Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Mengenal Ronggowarsito: Peramal Legendaris Indonesia

Mulyadi SA
www.indospiritual.com

Nama Raden Ngabehi Ronggowarsito memang sudah tidak asing lagi. Dia adalah seorang pejangga keraton Solo yang hidup pada 1802-1873. Tepatnya lahir hari Senin Legi 15 Maret 1802, dan wafat 15 Desember 1873, pada hari Rabu Pon. Pujangga yang dibesarkan di lingkungan kraton Surakarta ini namanya terkenal karena dialah yang menggubah Jangka Jayabaya yang tersohor hingga ke mancanegara itu. Hingga sekarang kitab ramalan ini masih menimbulkan kontroversi.

SATU SEGI DARI DEBAT BUDAYA ANTARA MANIKEBU DAN LEKRA

Dari Notes Belajar Seorang Awam: [Catatan Untuk Aguk Irawan Mn]
JJ. Kusni
http://sanggarbebas.blogspot.com

Dalam artikel yang sangat menarik berjudul “Menuju Kebudayaan Baru Itu Meniru Barat” yang diturunkan oleh Harian Sinar Harapan, Jakarta, pada tanggal 17 Juli 2004, Aguk Irawan antara lain menulis:

“Di saat gelombang perdebatan Manikebu Vs Lekra bertemu di puncak yang sangat sengit (1950-1965), Mesir juga mengalami persengketaan yang meluap dan tak kalah sengitnya. Permasalahannya juga tak jauh berbeda, yaitu dalam hal dan cita-cita ”mewujudkan kebudayaan baru” persoalan itu digiring melalui konsepsi ”bahasa dan sastra Arab”. Pelaku perdebatan adalah para eksponen modernisasi dan eksponen tradisionalisasi.Dalam perdebatan tersebut, ada satu nama yang sangat penting”.

Pertemuan Pengarang Membangun Kekuatan Sastra di Indonesia

Lusiana Indriasari
Kompas.com, 25 Nov 2012

Kesusateraan Indonesia belum memiliki kekuatan menghadapi berbagai tekanan sosial di sekitarnya. Sejarah membuktikan kesusasteraan dan para pengarangnya menjadi korban kesewenangan.
Di masa lalu pengarang ditindas oleh penguasa, baik politik maupun militer. Di masa sekarang, kesusasteraan berhadapan dengan kekuatan pasar dan organisasi fundamentalis.

Acep Zamzam Noor “Mengunjungi Puisi Perjalanan”

Idayati
http://www.journalbali.com

Menghadirkan penyair Acep Zamzam Noor, Bentara Budaya Bali (BBB) menggelar Sandyakala Sastra edisi 22 “Mengunjungi Puisi Perjalanan”, Selasa (29/5). Bertempat di Jln. Prof. Ida Bagus Mantra 88A Ketewel, dialog kali ini membincangkan hal-hal terkini dalam susastra tanah air, serta bagaimana catatan perjalanan dan pengalaman menjejaki tempat-tempat tertentu dapat menjadi inspirasi lahirnya sebuah puisi yang unggul.

Kisah Sastra Tanah Pasundan

Dwi Fitria
Jurnal Nasional 1 Feb 2009

Agar tak punah, sastra daerah memerlukan perhatian khusus pemerintah.
SASTRA Sunda merupakan sebuah khasanah kekayaan sastra Indonesia tersendiri. Geliat sastra daerah ini telah terasa sejak masa awal sebelum kemerdekaan. Pengarang-pengarang Sunda seperti DK Ardiwinata dan Yuhana memberikan sumbangan tersendiri dalam khasanah sastra daerah dengan menelurkan karya-karya sastra berbahasa Sunda dengan tema dan eksplorasi yang tak kalah dari kanon-kanon sastra yang diterbitkan Balai Pustaka, semisal Azab dan Sengsara, atau Sitti Nurbaya.

Mastodon dan Burung Kondor, Kisah Penyair di Tengah Geliat Revolusi

Sinar Harapan, 12 Agu 2011

Naskah drama kepunyaan WS Rendra yang berjudul Mastodon dan Burung Kondor kembali dipentaskan selama empat hari sampai 14 Agustus 2011 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Setelah kali pertama dipentaskan pada 1973, naskah itu kini dimainkan Ken Zuraida Project di bawah arahan sutradara Ken Zuraida, salah satu pengelola Bengkel Teater sekaligus istri mendiang Rendra.

Catatan Sementara untuk Selamanya: Sebuah Hakikat Hidup yang Fana

Imammuddin SA
sastra-indonesia.com

“Seperti gerimis membasah kering tanah setelah bersetubuh dengan kemarau laga”. Itulah yang pas kiranya untuk menyambut hadirnya kumpulan puisi “Persinggahan Bayang-Bayang” karya Bambang Kempling. Setelah sekian lama kancah persajakan di belantara kesusastraan Lamongan sempat mengering, kini semua itu telah terhapus sudah dengan kehadiran “Persinggahan Bayang-Bayang”. Keberadaannya sebagai pengobat rindu yang mengendap-mengeram di dada para pecinta sastra khususnya puisi.

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi