Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Ambiguitas Pendidikan

Asarpin

Nona Dawna Markova adalah seorang guru psikologi yang mendalami puisi, yang pekerjaannya adalah membantu anak-anak agar senang belajar. Ia telah mengarang buku tentang bagaimana menemukan anugerah terindah yang dimiliki setiap anak. Mengapa anugerah? Karena ”dunia membutuhkan anugerah-anugerah yang hanya bisa dibawa olehmu”.

Bunuh Diri Kebudayaan

Geger Riyanto
Kompas, 4 April 2011

ADA ungkapan penyair Jerman, Heinrich Heine, ”Di mana mereka membakar buku, ujung-ujungnya mereka akan membakar manusia”. Memang demikian. Memusnahkan teks-teks historikal dan kultural bukan sekadar membakar kertas; untuk mengatakannya dengan mengerikan, ini adalah upaya satu pihak menghapus total pihak-pihak yang dibencinya.

SASTRA “VERSI IKLAN KECAP” INDONESIA *

Nurel Javissyarqi
http://sastra-indonesia.com

“Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tuliskan.” [QS. al Qalam (68) ayat 1].
Judul makalah ini mengambil olok-olokkannya kritikus Dami N. Toda kepada A. Teeuw dalam esainya “Mempertanyakan Sastra Itu Kembali” di bukunya “Apakah Sastra?” Cetakan Pertama, IndonesiaTera 2005. Yang juga ‘versi iklan kecap’ menurut saya!

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi