Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Ikan-ikan Mati dalam Akuarium

Hamdy Salad
kumpulan-cerpen.blogspot.com

IKAN-IKAN dengan penuh warna di tubuhnya, mati kelaparan dalam akuarium di ruang tamu. Sesosok bayangan melintas di sana. Mengitari kotak kaca itu dengan cara yang belum dikenal oleh pemiliknya. Lalu muka mendelik. Menyalangkan kedua matanya lebih tajam dari sinar lampu. Bayang-bayang itu kemudian bergerak dan mengepalkan tinju ke dinding air persegi lima.

Kecerobohan Sang Kritikus atau Plagiarisme Sang Penyair Nobel?

Malkan Junaidi
http://www.facebook.com/malkan.junaidi

Dalam bukunya yang berjudul Octavio Paz, Puisi dan Esai Terpilih, diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya, pada sub-kumpulan Puisi-Puisi (1995-1996), Arif Bagus Prasetyo mencantumkan sebuah puisi yang berjudul Nyanyian Diri:

Mungkin aku bisa berkelok untuk hidup bersama satwa,
Mereka begitu lembut lagi penuh percaya diri,
Aku berdiri memandang mereka begitu lama.
Mereka tidak berkeringat meratapi nasibnya,

S Jai Menangi Lomba Novel Etnografis

Reporter: Ribut Wijoto
beritajatim.com 22 Mei 2013

Novel Kumara, Hikayat Sang Kekasih karya S Jai memenangi lomba novel etnografis yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur pada 2013 ini.

Novel yang bertutur tentang spirit hidup sosok-sosok pribadi masyarakat kecil di pelosok desa di Jawa —tepatnya di sebuah dusun di Kediri— dalam menghadapi gerak pergeseran, pergesekan dan perubahan zaman tersebut terpilih sebagai satu-satunya pemenang, oleh juri sastrawan Beni Setia, M Shoim Anwar dan S. Yoga.

Romansa Perjalanan Esai Kecil Danau Toba Masih Menggoda…

Raudal Tanjung Banua
Bali Post, 23 Juni 2013

DALAM perjalanan ”membelah” Sumatera Utara dari timur ke barat (Medan-Barus), kita akan bertemu satu kawasan yang sedari dulu terus menggoda: Danau Toba! Itulah yang saya dapatkan dalam romansa perjalanan kali ini.

JALAN KE ARAH danau berliku dalam selimut kabut. Bang Masril, sopir mobil yang saya tumpangi, menyalakan lampu menembus jarak pandang yang terbatas. Tapi tak lama, selepas sebuah tikungan, pemandangan luar biasa tiba-tiba terhampar di depan mata, seolah dikuakkan dari kepungan kabut.

Di Ladang Kekalahan, Kekalahan Itu Ditambatkan

Damhuri Muhammad *
Suara Karya, 13 Juni 2009

“IA MALU karena sudah menjadi orang ladang,” begitu dalil yang saya dengar setelah saya bersusah-payah mencari musabab dari tabiat ganjil sahabat saya semasa bersekolah di kampung dulu. Ia selalu beralibi untuk menghindar dari saya. Padahal, setelah sekian lama kami tak berjumpa, setelah saya beranak-pinak di tanah rantau, saya sangat merindukan pertemuan itu.

‘Plastik Dicintai Sekaligus Dibenci’

: Analisa Pesan dalam ‘Penggambaran Kembali’ Pengalaman dari Teater ‘Segera’’ Karya Rahman Sabur
Jefri al Malay
Riau Pos, 23 Juni 2013

PESAN dalam sebuah pementasan teater atau drama menjadi sesuatu yang dapat digambarkan kembali tatkala ia mengusik minda kita. Pesan yang didapat itu bisa saja menjadi beragam tafsir, tergantung latar belakang (perspektif) dari mana hal itu dipandang. Kelompok Teater Payung Hitam dengan pementasannya berjudul ‘’Segera’’ karya Rahman Sabur yang telah dipentaskan di Anjung Seni Idrus Tintin (18/6), saya kira akan menjadi sesuatu yang menyimpan misteri di kepala kita, dalam arti kata akan bermunculan beragam tafsir setelah kita menyaksikannya.

Buah Hatiku, Sumber Inspirasiku

Nafsul Latifah *
http://sastra-indonesia.com

Setiap insan dalam mengarungi bahtera kehidupan dunia, tentu mendamba kedamaian, kesejahteraan, saling berdamping serta berpasang-pasangan. Pabila sudah tiba waktunya, keduanya mengikat janji bertalian suci demi membentuk keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Dari awal kebersamaannya selalu merindu sang buah hati, yang kan menambah keharmonisan.

Anakku, Inspirasi Perjalanan Hidupku

Yeni Ratnaningsih *
http://sastra-indonesia.com

Mengawali kisah ini, aku terhenti sejenak lalu coba balik mengingat, sebuah kenangan masa silam. Dulu aku bekerja sebagai perawat di rumah sakit milik sebuah yayasan di Ponorogo. Bekerja selama lebih-kurang 7 tahun. Tahun pertama bertugas di Ruang Interne (Ruang Penyakit Dalam), selebihnya di Ruang Bedah menangani berbagai kasusnya bedah.

Do’a Ananda

Fadelan *
http://sastra-indonesia.com

Matahari mulai melukis sesudut kehidupan di muka bumi. Warna kuning kemerah-merahan menebar di tembok, lorong rumah. Setiap sudut mata memandang tanpa celah terlewati. Jam dinding menunjuk angka empat pertanda senja segera tiba, hari siap melayangkan malam kan tiba.

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi