Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Puisi Sufi Nusantara dan Persia

Asarpin *

Pada masa lalu, selain muncul para ilmuwan, juga diramaikan oleh kehadiran kaum sufi. Kita dapat menelusuri dalam lembaran teks kesusastraan sufistik di dunia daratan India, Persia, Arab, dan Indonesia. Amir Hamzah dalam salah satu esainya di tahun 1930-an yang bertajuk Kesusasteraan, yang dimuat dalam buku Esai dan Prosa (Dian Rakyat, 1982), secara sangat memikat menelusuri kesusastraan sufi di belahan dunia: India, Tionghoa, Arab, Ajam, Indonesia. Kesusastraan Indonesia sendiri, kata Amir Hamzah, banyak dipengaruhi oleh kesusastraan tanah luar, seperti kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam.

Rupa Sejarah di Tanah Rantau

Sartika Dian Nuraini
Solo Pos, 21 Juni 2012

Peter Carey, sejarawan dari Universitas Oxford, mengatakan Raden Saleh (1813-1880) adalah sosok yang aneh. Raden Saleh adalah Arab wurung, Landa durung, Jawa tanggung (Koran Tempo, 10 Juni 2012). Siapa Raden Saleh? Apakah kita masih mengenalinya? Jawabannya tidak hanya di pameran yang bertajuk bertajuk Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia di Galeri Nasional Jakarta, 3-17 Juni 2012. Pameran yang diinisiasi oleh Goethe Institute bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan Galeri Nasional Jakarta ini dihadiri ribuan pengunjung. Sebuah keajaiban, mengingat publik seni di Indonesia masih terbilang minim jumlah dan apresiasinya.

Penjaga

Johan Edy Raharjo *
Sastra-indonesia.com

Lampu-lampu taman itu mulai menyala, satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya menyala, menerangi seluruh kompleks dan jalur utama kota. Langit mulai menghitam, puncak gunung mulai menghilang, segerombolan kelelawar mulai terbang menyusuri lorong-lorong tak berpenghuni. aku masih terdiam di sudut taman kota, di bawah pohon trembesi, setelah kau katakan padaku “jagalah apa yang engkau rasa, sampai aku datang kepadamu suatu hari nanti,”.

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi