Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Penyair Rendra

Jakob Sumardjo
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

UNTUK masa-masa mendatang, Rendra akan lebih banyak dibicarakan sebagai penyair. Karya-karyanya di bidang ini lebih monumental dibandingkan dengan karya-karya drama dan fiksinya (cerpen-cerpen). Sekurang-kurangnya, ia telah menerbitkan sepuluh kumpulan puisi dalam bentuk buku. Memang sejak 1970-an dia dikenal pula sebagai orang teater. Akan tetapi, karier awalnya sebagai penyair sudah dimulai sejak 1950-an.

Menumbuhkan dan Menggodok Tulisan

Bagus Takwin *
Kompas, 06 Jan 2008

PASANGAN dari masterpiece Mortimer J Adler, How to Read a Book: Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan Membaca ini bertutur tentang menulis. “Menulis tanpa guru”. Bisakah kita lakukan?

Frasa ini adalah judul karya Peter Elbow, profesor bahasa dan Direktur Program Menulis di University of Massachusetts. Dilihat dari judul dan isi buku itu, menulis tanpa guru bisa dilakukan. Buku ini tentang menulis dan bertujuan membantu orang untuk belajar menulis. Lebih jauh lagi, untuk menulis tanpa guru.

Ode buat Babi Hutan

Indra Tranggono
Suara Merdeka, 12 Feb 2012

SEEKOR babi hutan membeku dalam padat tembikar. Matanya merah, menatap nanar. Menatapmu. Menatap siapa saja yang melintas dalam manik matanya. Taring-taringnya putih agak abu-abu, kusam dengan noktah-noktah darah. Tubuhnya agak tambun, lebat ditumbuhi bulu-bulu kasar. Pada tubuh yang mirip punggung bukit kecil itu, menganga lubang 3X ? sentimeter, tempat kamu memasukkan uang keras atau koin uang.

Penjara sebagai Pertolongan Terendah

Emha Ainun Nadjib
Kompas, 20 Des 2008

Lia Aminudin akan masuk bui lagi. Saya bersangka baik ia tidak berniat jahat dengan “Jibril, Ruhul Kudus, Kerajaan Sorga, Imam Mahdi”-nya. Mungkin ia orang yang khilaf, tetapi tidak memiliki alat di dalam dirinya untuk memahami kekhilafannya.

Namun, software untuk memahami kekhilafannya itu juga mungkin tidak terdapat di luar dirinya: pada sistem nilai masyarakat dan hukum negaranya. Kita terkurung dalam kelemahan kolektif yang membuat kita bersikap over-defensif, amat mudah merasa terancam, bahkan ”sekadar” oleh Lia Aminudin dengan beberapa puluh pengikutnya.

Cinta di Tepi Geumho

Judul : Cinta di Tepi Geumho
Kisah Cinta Gadis Korea dan Lelaki Dayak Pecinta Taekwondo
Penulis : Mahmud Jauhari Ali
Penerbit : Araska
Ukuran : 13.5 x 20.5, 143 halaman
Harga: @Rp 23.000,00
http://mantrabanjar.blogspot.com/

Obsesi Seksual Sangkuriang

Beni Setia
Lampung Post, 22 Jan 2012

LEGENDA Sangkuriang terkadang hanya dirujukkan pada fakta ruang (gunung) Tangkuban Parahu—selain Burangrang dan Patuha—, lantas (Sungai) Citarum, danau purba Bandung yang surut, dan Sanghyang Tikoro. Titik di Rajamandala, di mana air mengabrasi lapisan lahar dingin pembendung Citarum, dan jadi terowongan liar yang mengeringkan danau purba Bandung. Fakta sanksi etis dari pelampiasan seksualitas di luar ritual pernikahan diabaikan, dan karenanya banyak pihak melupakan inti ajaran konvensional untuk menahan diri liar melampiaskan obsesi seksual.

Strategi Tekstual Pastiche

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Ketika gagasan tentang puisi telah banyak dituliskan, ketika eksplorasi kata telah banyak dijalankan, dan ketika keragaman bunyi telah banyak dicatat; Apakah seseorang mesti berhenti mencipta puisi?

Terhadap hal ihwal bunyi dan kata, sejarah puisi Indonesia dapat dikatakan masih muda, sekaligus renta. Muda disebabkan usia puisi modern yang belum genap satu abad, terhitung dari munculnya Balai Pustaka. Renta apabila dicermati kegairahan dan keberhasilannya memperlakukan bunyi, dan memperlakukan kata.

Stanislavski, Iswadi, dan Teater Realis

Asarpin
http://sastra-indonesia.com/

Sudah banyak yang menggugat fenomen teater yang menampilkan dialog yang tidak cerdas dan hanya berlarat-larat sehingga tidak mempunyai ruang untuk persiapan batin seorang aktor, apalagi sampai menggarap detail di tingkat tubuh aktor. Wajar saja jika suatu waktu orang rindu lagi dengan teater monolog sebagai jalur alternatif menghadapi kebuntuan. Tapi ternyata tak mudah dan orang kembali ke teater dialog dengan mempelajari buku-buku aktor dari Constantin Stanislavski.

Kisah Pilot Bejo

Budi Darma
Kompas, 02/11/2007

Barang siapa ingin menyaksikan pilot berwajah kocak, tengoklah Pilot Bejo. Kulitnya licin, wajahnya seperti terbuat dari karet, dan apakah dia sedang gemetar ketakutan, sedih, atau gembira, selalu memancarkan suasana sejuk. Karena itu, kendati dia suka menyendiri, dia sering dicari.

Fokus Hidup Budi Darma

Wita Lestari
Jurnal Nasional, 14 Aug 2011

Sastra adalah fokus hidup seorang Budi Darma. Dia menerima takdirnya sebagai sastrawan.
ANDA penikmat dan pencinta sastra tentunya tahu Budi Darma. Karya-karyanya punya ciri khas kuat, utamanya pada karakter-karakter tokoh cerita yang dihidupkannya. Olenka, Rafilus, Ny Talis, Orang-orang Bloomington adalah beberapa tokoh novelnya yang begitu mengesankan.

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi