Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Sastra Islam dan Kearifan Lokal

Sofie Dewayani*
Republika, 3 Agus 2008

SAAT menghadiri silaturahmi nasional Forum Lingkar Pena (FLP) di Depok, beberapa waktu lalu, saya tertegun oleh semangat yang meluap dari penjuru nusantara. Semangat ini diusung oleh sosok-sosok muda dengan mengarungi laut, bermalam di bus antar kota, hingga menaiki helikopter untuk mencapai kota besar terdekat. Tak tersembunyi oleh kantuk dan penat, energi maha dahsyat ini terpaut bukan oleh kepentingan politik atau uang, melainkan oleh keinginan berkarya dan mencipta.

Anak-anak muda itu terus-terang melontarkan keinginannya untuk belajar menulis, atau sekadar berfoto bersama dan mengoleksi tanda tangan penulis-penulis yang dikenalnya. Belum pernah saya saksikan, setidaknya di Indonesia atau Amerika Serikat, semangat bening yang mengalir deras tak terkontaminasi oleh iming-iming materi atau jabatan.

Setelah sekian lama menggeliat, sastra Islam semakin melembaga. FLP yang dulu diikrarkan di ibu kota Jakarta, kini menghunjamkan cakarnya di seluruh pel…

DIMENSI KETUHANAN DALAM IBLIS DAN KEBINASAAN NEGERI SENJA

Puji Santosa
http://sastra-indonesia.com/

1. Pengantar

Dimensi hubungan manusia dengan Tuhan sering di­gam­barkan secara vertikal atau transendental, yakni manusia se­bagai makhluk dan Tuhan sebagai khalik atau Maha Pencipta. Ba­nyak orang membicarakan hubungan manusia dengan Tuhan sehingga menjadikan hubungan manusia dengan Tuhan sangat mendasar bagi kehidupan manusia di dunia. Sila pertama dari dasar negara Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa tentulah segala sesuatunya selalu bertumpu pada dasar ne­ga­ra tersebut. Jadi, tidaklah mengherankan apabila corak hu­bungan manusia dengan Tuhan itu lebih bersifat hakiki. Mes­kipun demikian, tidak banyak pengarang drama Indonesia modern yang menulis hubungan manusia dengan Tuhan. Hal ini disebabkan oleh adanya kondisi dan situasi politik negeri kita, khusunya pada waktu 1960-an, yakni terjadi tekanan sosial politik dan ekonomi yang lebih dirasakan dominan daripada ketenangan melaksanakan ibadah kepada Tuhan.

Penulisan sastra drama y…

MELQUIADES ITU BERNAMA PAMAN RIFKI

Dwicipta
http://sastra-indonesia.com/

“…Suatu hari nanti aku akan menulis buku dan aku akan memakai namamu untuk tokoh utamanya.”
“Sebuah buku seperti Pertev dan Peter?” aku bertanya, jantungku berdegup.
“Bukan, bukan buku bergambar, melainkan sebuah buku yang di dalamnya aku menuturkan ceritamu.” [Kehidupan Baru, hal 422]

Osman mengenang percakapannya dengan paman Rifki itu di ujung usahanya dalam mengetahui teka-teki di balik berbagai peristiwa yang telah dialaminya. Ia telah terpukau oleh sebuah buku yang dibacanya, melakukan perjalanan demi perjalanan dengan bus, mengalami dan menyaksikan berbagai kecelakaan demi mendapatkan impiannya akan kehidupan baru seperti yang dijanjikan oleh buku itu. Adakah kemungkinan bahwa ia dan hidupnya adalah ciptaan paman Rifki, orang yang di kemudian hari diketahuinya sebagai penulis buku itu?

Novel Kehidupan Baru karya Orhan Pamuk ini membuka kemungkinan pembacaan semacam itu. Untuk memuluskan skenario itu, penulisan sebuah buku yang didedikasikan bagi …

Gadis Arivia Luncurkan Filsafat Berperspektif Feminis

Anastasya Andriarti
http://www.tempointeraktif.com/

Gadis Arivia, Rabu (8/10), meluncurkan buku "Filsafat Berperspektif Feminis." Buku dengan sampul bergambar seorang pemikir perempuan ini merupakan rangkuman disertasi dirinya saat menyelesaikan program doktoral Filsafat di Universitas Indonesia.

"Buku ini mengeksplorasi pemikiral filsuf-filsuf besar dari jaman Yunani sampai kontemporer," kata Gadis yang sore itu mengenakan blus berwarna krem dengan celana panjang bermotif garis-garis. Dari 14 filsuf yang diteliti, seperti Plato, Aristoteles, Agustinus John Locke, David Hum, ternyata pemikiran mereka kebanyakan meminggirkan perempuan. "Tidak ada ruang bagi pemikiran feminis dalam mainstream mereka," kata Gadis.

Perempuan yang memulai penelitiannya tahun 1996 ini menggunakan pendekatan dekonstruksi untuk memperlihatkan pola-pola pikir maskulin. Ia menemukan adanya perbedaan cara mendekati ilmu pengetahuan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai contoh laki-lak…

Waktu dalam Puisi Eko Suryadi WS

Sainul Hermawan
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Demi Waktu

(1) Demi masa, (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (Al-Asr, QS 103:1-3)

Dalam konteks “demi Masa” kita dituntut beradaptasi dan melakukan penguatan dari waktu ke waktu untuk menempatkan kita sebagai bagian dari dinamika. Lebih dari sekadar wacana, kita segera diingatkan akan pentingnya memasuki wilayah-wilayah yang belum kita kuasai. Membaca puisi adalah salah satu cara memasuki wilayah mendiskusikan kebenaran. Puisi yang saya maksud di sini adalah karya penyair dari Kotabaru.

Kata kunci puisi karya Eko Suryadi WS yang terhimpun dalam buku Di Batas Laut yang diterbitkan oleh LP2M AKPB Kotabaru pada 2005 ini adalah waktu. Kumpulan puisi yang disunting oleh YS Agus Suseno ini memuat 87 puisi karya Eko yang pernah dipublikasikan di media lokal da…

KALEIDOSKOP SASTRA KALSEL 2010

Tajuddin Noor Ganie, M. Pd *
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

SENIN, 4 JANUARI 2010
Puskajimastra Kalsel mulai menyebar-luaskan buku Tajuddin Noor Ganie (TNG) berjudul Antologi Biografi Sastrawan Kalsel (ABSKS) dan Sejarah Lokal Kesuastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009 (SLKIKS 1930-2009)

ABSKS memuat profil apa dan siapa 543 sastrawan Kalsel yang terbilang menonjol prestasi, reputasi, dan dedikasi kesastrawanannya (tebal 413+26 halaman). Sedangkan SLKI-KS merupakan salah satu dari sejumlah versi sejarah lokal kesuastraan Indonesia di Kalsel. Isi kedua buku ini bersifat saling melengkapi satu sama lainnya.

Menurut versi Tajuddin Noor Ganie, sejarah lokal kesusastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009 terdiri atas 9 kelompok generasi. Setiap kelompok generasi sastrawan Kalsel memiliki fenomena sastra pers, sastra buku, dan wawasan estetik karya sastra yang berbeda satu sama lainnya.

Buku SLKI-KS 2009 merupakan pengembangan lebih lanjut dari buku berjudul sama yang telah diterbitkan secara terb…

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi