Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Butet Kertaredjasa dan Tanda-tanda Jaman

Rakhmat Giryadi*
http://teaterapakah.blogspot.com/

Dalam konsep drama tragedi terdapat monolog, soliloque, dan aside. Masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Monolog merupakan perenungan terhadap peristiwa yang sedang menimpa sang tokoh. Dalam drama tragedi misalnya, sang tokoh biasanya berujar sendiri terhadap nasib yang menimpanya. Seperti Hamlet ketika berbicara sendiri setelah mendapat bisikan dari roh bapaknya, yang ternyata dibunuh oleh pamannya.

Dalam drama tragedi, monolog muncul disaat tokoh sedang mengalami krisis. Dalam hal ini sang tokoh berusaha menemukan kembali (discovery) kenyataan-kenyataan yang dia hadapi. Disaat penemuan kembali itulah nasibnya dipertaruhkan (peripetia). Sang tokoh menemukan titik baliknya, apakah akan menuju tragedi atau katarsis, hanya nasiblah yang tahu.

Kemunculan Butet Kertaredjasa, ketika puncak kekuasaan Orde Baru berada dalam krisis adalah sangat tepat. Pada saat itu, kehidupan sosial politik mengalami ketegangan. Dalam strukt…

Sajak-Sajak Hamdy Salad

http://m.infoanda.com/
BIDADARI BUMI

Akulah bidadari yang turun ke bumi membawa satu panji: cahaya matahari!

Kugali makam tirani sepanjang zaman dan kusulam selendang sutra dari kafannya lalu kalungkan pada leher mahkota manusia, bukan lelaki atau perempuan bukan budak atau tuan

Kukobarkan api dan panas bumi membakar istana dan kerajaan sampai hangus jiwa-jiwa tak berperi jadi berlian, cinta segala yang dihidupi sebab bumi bukanlah asal kematian bukan juga panah besi yang ditancapkan ke dalam dada cucu adam dan hawa

Akulah bidadari yang turun ke bumi membawa satu janji: muka-muka berseri!

2006



SEPASANG CERMIN LUKA

buku takdir terbuka semua kata kan terlahir dan kembali ke halaman muka

Bayang-bayang menggambar dunia melihat wajah sendiri penuh debu segumpal darah mencair dan merembes ke dalam tanah tanpa akhir nama-nama berpaling dari kartu menilap cahaya sekeping waktu tak ada genderang bisa ditabuh kecuali mimpi dan guling terjatuh

Para pendaki tertambat ombak para pelaut tersambar kabut perca…

Estetika Kekerasan dalam Pandora

Melani Budianta*
http://majalah.tempointeraktif.com/

Penyair Oka Rusmini memperlakukan tubuh bagai menu santapan. Puisi yang menohok kemunafikan.

Pandora, dalam versi yang umum diketahui, adalah perempuan yang diciptakan para dewa dan dikirim ke bumi dengan kecantikan, kepandaian, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kepadanya diberikan pula sebuah peti yang tak boleh dibuka, dan pada akhirnya—tak bisa tidak—dibukanya. Maka segala bencana, penyakit, dan malapetaka menyebar dari peti. Pakar feminis menemukan asal muasal Pandora dalam mitologi klasik sebagai dewi pemberi hadiah, yang entah bagaimana diubah sosoknya menjadi perempuan pembawa segala kesialan.

Apa jadinya jika peti Pandora bukan berisi hama dan bibit penyakit, melainkan kemampuan perempuan penyair—seperti Oka Rusmini—untuk menulis dan mengungkapkan rahasia hidup? Peti yang satu ini lebih berbahaya. Jika nekat dibuka, berbagai aspek kehidupan yang tak ingin kita lihat dari lubuk hati terdalam berloncatan, dan dengan garang menyerga…

BERGURU PADA KETERBIUSAN MENULIS BUDI DARMA

Sutejo
Ponorogo Pos

Tanggal 8 Desember 2007 adalah hari pelepasan seorang sastrawan besar Indonesia. Sastrawan itu sering memiliki jargon yang unik, jargon itu diantaranya adalah (i) bahwa dunia sastra adalah dunia jungkir balik, (ii) pada mulanya karya sastra adalah tema, (iii) menulis itu berpikir, (iv) menulis rangkaian dari peristiwa kebetulan, (v) menulis itu seperti naik pesawat terbang (kuatnya imajinasi),

Novel Tentang TKW, oleh TKW, untuk Kita*

Sungatno**
http://cawanaksara.blogspot.com/

Sebuah novel tentang tenaga kerja wanita (TKW). Ditulis oleh mantan TKW. Mencoba menampilkan sisi lain kehidupan pahlawan devisa; yakni cerita yang tidak melulu berbau penderitaan, penyiksaan, dan penelantaran TKW oleh para majikan yang jahat. Terkadang terdapat alur cerita yang membingungkan, cerita yang tiba-tiba terputus, namun novel ini tetap layak dibaca.(p!)

Judul: Ranting Sakura
Penyusun: Maria Bo Niok
Penerbit: P_Idea, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, April 2007
Tebal: xii + 176 halaman

Sebagai seorang penulis novel, Maria Bo Niok agaknya patut diacungi jempol. Selain sebagai penulis yang lahir dari embrio perkumpulan seni-sastra para pekerja migran, tema yang ditampilkan Bo Niok dalam novel ini juga amat spesifik, yakni berkaitan dengan persoalan para pekerja Indonesia di luar negeri.

Tapi berbeda dengan tema keterlantaran, penyiksaan, kecelakaan, dan kekecewaan tenaga kerja wanita (TKW) kita yang sering disajikan di media massa, tema novel ini …

Bahan Bakar Sastra

Eriyandi Budiman
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Tragedi lumpur Lapindo, penyerangan terhadap aliran keagamaan yang berbeda, hingga beragam tragedi yang menimpa bangsa Indonesia lainnya, berbaris seperti jutaan kendaraan bermotor di jalur "leher botol". Memadat. Beragam kejadian aneh hingga yang remeh-temeh ini, menjadi menu baru bagi pengamatan sosiopsikologis, yang membutuhkan pengamatan ekstra tinggi.

Bagi dunia sastra, yang banyak berkubang dengan persoalan-persoalan tragis, beragam kejadian itu, tentu menjadi bahan bakar, yang dapat memompa semangat berkarya. Dalam artian, untuk turut menjadikan beragam kejadian itu, sebagai pintu masuk imajinasi, sekaligus memompakan semangat kelahiran moralitas baru.

Bahan bakar ini, tentu bukan untuk sekali dilahap kemudian melahirkan karya. Perlu perenungan panjang dan mendalam, agar karya yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Kumpulan cerpen Manusia Kamar, Saksi Mata, hingga novel Negeri Senja karya Seno Gumira Adjidarma, merupa…

APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Apakah pengajaran sastra (Indonesia) di sekolah bertujuan agar siswa (a) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (b) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia, atau agar siswa memperoleh pengetahuan (a) tentang sastra dengan berbagai teori dan (b) nama pengarang, judul, dan angkatan-angkatan?

Jika merujuk pada tujuan yang hendak dicapai pada tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mulai diberlakukan tahuan ajaran 2006—2007 dan yang pemberlakuannya didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 dan 23/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, maka sesungguhnya KTSP memberi peluang yang lebih leluasa bagi guru dan pihak sekolah untuk men…

Konsep Menulis

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Ini tentang bagaimana saya menulis. Bukan tentang bagaimana seseorang sebaiknya, apalagi seharusnya menulis. Tidak mudah menulis bimbingan menulis yang umum, karena itu segera akan menjadi kiat yang kedaluwarsa.

Perkembangan dalam banyak hal sudah begitu cepat dan dahsyat. Manusia berubah dan sastra pun selalu menjadi baru. Bidang penulisan terus menemukan kiat-kiat terkini, meskipun yang lama tidak dengan sendirinya musnah.

Memang ada yang umum dan mungkin akan masih berlaku. Misalnya teknik menulis. Buku “Teknik Mengarang” yang ditulis oleh Muchtar Lubis sampai sekarang tetap saya anggap sebagai pedoman menulis yang terbaik.

Pertama sarannya untuk membuang dua atau tiga alenia pertama (bahkan mungkin lembar pertama) dari yang sudah kita tulis. Karena itu biasanya bagian-bagian emosional yang tak terkendali.

Kemudian anjurannya untuk pembukaan tulisan yang langsung menggedor dengan masalah. Di dalam buku itu diberi contoh bagaimana Anton Chekov,…

Harga Sepatu Kebebasan

Arys Hilman
http://republika.co.id/

Sepatu paling mahal di dunia telah lahir di Irak. Bukan dari kaki artis ternama, melainkan seorang wartawan, Muntazer Al-Zaidi, yang melemparkannya ke muka Presiden George Walker Bush.

Dua nilai puncak bertemu. Pertama, kemarahan tertinggi orang Arab secara kultural terwakili dalam sikap melalui alas kaki. Maka, pelemparan sepatu, sebagaimana pemukulan patung Saddam Hussein dengan sepatu, adalah representasi tertinggi kemarahan. Puncak kedua adalah Bush. Dia adalah wakil utama negara paling berkuasa di dunia, mufasir nomor satu segala wacana tentang hukum, demokrasi, hak asasi, dan kebebasan.

Sepatu Zaidi mencetak sejarah. Pemerintah AS malu dan merasa perlu menghancurkannya agar tak menjadi ikon perlawanan. Tapi, di Turki, Lebanon, dan Irak, orang-orang bersicepat mengklaim diri mereka sebagai pembuat sepatu itu. Di Arab Saudi, seorang amat kaya bersedia menjual propertinya demi mendapatkan sepatu itu. Ia menawarkan 10 juta dolar AS, setara Rp 110 mila…

Dr Afif Muhammad MA: 'Pelajari Filsafat harus Kuat Akidahnya'

Reni Susanti
http://www.republika.co.id/

Tidak ada ilmu yang tidak berguna, semuanya saling melengkapi. Walaupun harus diakui pertentangan atau kontroversi dalam suatu disiplin ilmu kerap terjadi. Tak terkecuali adalah filsafat. Apalagi filsafat adalah ilmu yang mengedepankan rasio, akal, pikiran, sehingga masalah yang tidak terlihat bisa diperdebatkan di dunia filsafat. Belum lagi ditambah filsafat adalah ilmu yang membicarakan tentang manusia, agama, tuhan,liberalisme, atheisme, marxisme, dan komunisme, yang terkadang bertentangan dengan Islam.

''Orang yang belajar filsafat haruslah orang pintar yang mempunyai akidah yang kuat, sehingga bisa membantu memaslahatkan umat,'' ujar Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, DR Afif Muhammad MA.

Melihat penting dan sensitivnya ilmu filsafat, sudah barang tentu pengajaran atau metode yang diberikan harus sesuai dengan yang diharapkan. Karena sedikit saja bergeser, keimanan adalah taruhannya. Kepada wartawan Republi…

Pesona Alam Pedesaan Bernuansa Khas Jawa

Satu yang dianggap sakral di Kampung Djowo ini adalah Gamelan Mangkunegaran, peninggalan Sunan Kalijaga.

Heri C Santoso
http://jurnalnasional.com/

Suasana rumah makan sangat alami. Dengan rasa makanannya
yang khas dan sangat nikmat.

(Kendal, 10-10-2007, Paku Buwono XIII)

PAGI. Matahari bersinar cerah. Udara sejuk terasa ketika saya memasuki wahana wisata pedesaan bernuansa khas Jawa: Kampung Djowo Sekatul, Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Kendal, Jawa Tengah.

Kampung Djowo Sekatul terletak di bukit Ungaran, menempati area seluas 10 hektar di perbukitan Gunung Medini. Terdiri atas hamparan perbukitan, persawahan, perkebunan vanili, stroberi, dan kolam pemancingan.

Bahkan, ada juga budidaya tanaman obat-obatan, buah-buahan, dan bunga, serta dilengkapi tempat persinggahan berupa joglo singgah dan joglo pandang. Tentu, semua berarsitektur khas Jawa, tepatnya Jawa Kuno.

Suasana alam pedesaan amat terasa saat saya memasuki area Kampoeng Djowo. …

Empat Citra Perempuan dalam Sastra Kita

Tjahjono Widarmanto
http://republika.co.id/

Perempuan kita yang pertama berasal dari dusun di pelosok Gunung Kidul, wilayah yang mendapat stigma sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia: Pariyem. Dia adalah tokoh dalam prosa lirik Linus Suryadi AG, Pengakuan Pariyem, perempuan Jawa yang merasa sangat beruntung dapat menjadi pembantu rumah tangga seorang priyayi.

Keberuntungan Pariyem dirasakan bertambah-tambah, ketika tuan mudanya menaruh minat padanya. Maka, tatkala hamil karena tuan mudanya itu, dia tak merasa risau sedikit pun. Dengan pasrah dia pulang ke dusun dan melahirkan anaknya. Kemudian, dia kembali ke rumah majikannya, dengan membawa bayinya tanpa menuntut untuk dinikahi atau menuntut hak sebagai istri yang mungkin bisa membawanya pada perubahan nasib. Dia kembali pasrah pada posisinya sebagai pembantu.

Namun, kesumarahan Pariyem tak dimiliki perempuan dusun yang lain, yang dengan kesadarannya mencoba mengubah nasibnya melawan berbagai ketidakmungkinan. Dia adalah Nyai…

Sastra Reformasi

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Orde Baru dikibarkan menggantikan Orde Lama sebagai sebuah pesta kemenangan. Para teknokrat bergabung membenah Indonesia yang dinilai sangat rawan kesejahteraan rakyatnya. Maka agenda pun dipalingkan ke perkembangan ekonomi.

Orde Baru mulai membentuk kelas menengah untuk membuat perubahan. Generasi muda didorong bangkit membangun masa depan dengan cara menjadi interprener. Rakyat diajak memusatkan perhatian pada kesibukan mengisi kemerdekaan. Mereka dibimbing menghadapi kenyataan dan mencintai uang.

Kelas menengah yang kemudian lahir, ternyata bukan memelopori penalaran, mereka malah sibuk mengukuhkan status kemapanannya. Rakyat memang menjadi sadar pada kemiskinannya lalu menjadi lapar pada kesuksesan tapi dalam bentuk materi. Orang mulai terbiasa memburu uang dengan menempuh segala macam cara. Kemajuan-kemajuan phisik tidak diimbangi oleh kesiapan batin.

Kesenian yang merupakan salah satu kanal yang bisa mengantarkan manusia ke arah perkembang…

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi